Breaking News
Home » Lectura » Legiun Mangkunegaran : Militer Jawa Kekuatan Eropa

Legiun Mangkunegaran : Militer Jawa Kekuatan Eropa

Legiun Mangkunegara, unit militer Asia termodern pada jamannya yang didirikan tahun 1808 atas perintah penguasa Prancis Napoleon Bonaparte. Prancis yang terlibat peperangan dengan Prusia, Rusia dan Inggris, memiliki angkatan darat terkuat di dunia ketika itu. Legiun Mangkunegara pun dibentuk dengan mengadopsi “Grande Armee” dari Napoleon Bonaparte.

Mangkunegara II sebagai penguasa Pura Mangkunegara memiliki visi ke depan dan mampu mengadopsi gagasan modern pada jamannya yakni organisasi militer ala Eropa sekaligus terkuat di Asia Tenggara. Ia mengukuhkan pasukan yang mulanya dipimpin oleh Mangkunegara I sebagai prajurit resmi keraton mangkunegaran pada masanya.

Secara resmi, Gubernur Jenderal Deandels mengeluarkan surat keputusan pada hari jumat tanggal 29 Juli 1808 yang menetapkan keberadaan Legiun Mangkunegaran dalam pasukan gabungan Perancis-Belanda-Jawa dalam perang melawan Inggris. Semasa Mangkunegara II tercatat ada 200 prajurit jaga di Yogyakarta dan di Benteng Klaten. Sebagian pasukan turut ke Semarang memperkuat pertahanan Perancis-Belanda.

Legiun Mangkunegaran sempat dibubarkan setelah Inggris berkuasa, tetapi kemudian dihidupkan kembali karena perang napoleon masih bergejolak dan Eropa masih belum stabil menyusul kembalinya Napoleon dari pengasingan di pulau Elba.

Berdasarkan surat keputusan Letnan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles yang mewakili Serikat Dagang Hindia Timur Inggris tanggal 13 februari 1812, Legiun Mangkunegaran diaktifkan kembali dan diminta membantu pemerintahan Sela (British Interregnum) yang berlangsung sejak 1811-1816.

Di zaman pra-Indonesia merdeka, Legiun Mangkunegaran pernah terlibat dalam banyak perang. Dalam perang Diponegoro ia menjadi penjaga Yogyakarta dan Surakarta dari serangan pasukan Pangeran Diponegoro dan kemudian menghancurkan benteng terakhir Diponegoro. Tentara ini juga turut berperang menundukkan kesultanan Aceh, menumpas bajak laut di Bangka, melawan gerakan Radikal keagamaan hingga perang melawan serbuan Jepang ke Jawa pada 1942.

Militer Modern Lokal

Legiun Mangkunegaran dapat memberikan sudut pandang militer keraton kepada pihak ekstern keraton. Sudut pandang yang ditawarkan bagi bahasan sejarah lokal adalah bagaimana kaum militer keraton berintraksi dengan masyarakat sipil maupun masyarakat sesama militer dari daerah lain. Pada fokus yang lain, Legiun mangkunegaran menunjukkan kondisi militer Jawa yang maju di satu sisi di pasukan ini dan kondisi militer di sisi lain dari pasukan Jawa yang bukan bentukan Mangkunegaran, Semisal, kondisi militer bentukan Diponegoro saat pecah konflik perang Jawa, perang suksesi tahka, maupun saat konflik Geger Pecinan.

Iwan Santosa merupakan Jurnalis Kompas yang membukukan bahasan panjang mengenai Legiun Mangkunegaran. Latar belakangnya sebagai pewarta mampu memperkuat posisi tulisannya yang sesuai dengan etika budaya literasi. Namun jika ditilik lebih mendalam, pengakuannya mengenai mayoritas sumber dari pihak keraton patut diragukan.

Setidaknya dalam penulisan Sejarah, Sumber patut berimbang. Baik dari Internal maupun Eksternal. Misal saja, Catatan perjalan Legiun Magkunegaran diambil sumber oleh catatan-catatan perjalanan oleh keraton. Setidaknya harus ada pula catatan yang keluar dari pihak yang pernah bersinggungan dengan Legiun ini. Tetapi, hal tersebut adalah kendala umum pada kepenulisan Sejarah Indonesia.

Tradisi mengemukakan bahwa catatan resmi adalah produk dari keraton atau lembaga formal, dan biasanya pembakaran naskah lokal oleh pihak pemenang sering terjadi dalam dinamika Peristiwa Sejarah. Namun untuk lebih jelasnya, baca buku Legiun Mangkunegara atau datang saja ke Puro Mangkunegaran di Jalan Ronggowarsito Keprabon Surakarta.

 

About Buchory Masrury

Penikmat kajian Sejarah, Agraria dan Demokrasi. Pecandu Film Aksi superhero. Sangat perhatian pada penetapan hukum dan hal-hal berbau kriminalitas. Sedang belajar menulis Investigatif report --yang masih bingung sampai sekarang. Kesulitan menikmati sastra apalagi dalam bentuk kode-kode wanita. Bermasalah dengan otoritas dan mencintai kucing. Temui saya di Instagram @buchory.masrury atau baca karya saya di aksiranabaca.tumblr.com
x

Check Also

Memperpanjang Umur di Orde Media Sosial

Penghujung tahun 2017 di awal abad 21 ditutup (dan dibuka) dengan angka-angka fantastis dari jagat ...