Breaking News
Home » Lectura » Filsuf Anjing dari Sinope

Filsuf Anjing dari Sinope

“Diogenes menolak konvensi sosial dan tradisi-tradisi. Ia memilih hidup dengan menyingkirkan nilai-nilai yang tak ada kaitannya dengan kemanusiaan. Maka ia disebut-sebut sebagai anjing yang tak bermoral” 

Diogenes adalah seorang filsuf yang termasuk ke dalam Aliran Sinisme. Diogenes berpendapat bahwa manusia haruslah memiliki keutamaan tentang yang baik. Akan tetapi, Diogenes berpendapat bahwa keutamaan tentang yang baik adalah ketika manusia memiliki rasa puas diri dan mengabaikan segala kesenangan duniawi.

Diogenes dari Sinope dikenal dengan sebutan “si anjing” (dalam bahasa Yunani kynikos/Sinis). Hal itu dikarenakan ia sangat berani dalam menyatakan pandangannya layaknya seekor anjing yang menyalak. Karena sikapnya yang menyimpang dari gaya santun Sokrates itu, Plato memberinya julukan sebagai “Sokrates yang Gila”.

Diogenes tidak meninggalkan satu karya pun. Sumber utama tentang dirinya adalah buku “Hidup dan Pandangan Filsuf-Filsuf Ternama” yang dikarang oleh Diogenes Laertius.

Satu lagi sumber adalah adanya catatan mengenai Diogenes. Pada sebuah prasasti di Athena yang dibuat orang untuk mengenang Diogenes tertulis: “Hai anjing, katakanlah: apa yang menjagamu di malam ini?” “Seekor anjing” “ Siapa namanya?” “Diogenes” “ darimana asalnya?” “Sinope” “Dia yang tinggal di sebuah tong?” “Ya, dia. Yang kini mati. Binatang segala binatang”.

Diogenes berasal dari kota Sinope (Turki). Ia hidup pada abad ke-4 SM, yaitu sekitar tahun 412-323 SM. Setelah diusir dari kota asalnya, Diogenes pindah dan menetap di Athena. Ia diusir dari kota kelahirannya karena ia, atau ayahnya, telah menghancurkan nilai mata uang di sana. Setelah itu, diketahui juga bahwa ia menetap di Korintus dan akhirnya meninggal disana.

Diogenes  dipengaruhi oleh pemikiran Antithenes, pendiri aliran Sinisme. Akan tetapi, ia tidak menyetujui perilaku Antithenes yang dipandangnya tidak sesuai dengan apa yang diajarkannya. Diogenes menyebut Antithenes sebagai, “Terompet yang berbunyi bagi dirinya sendiri”. Karena itu, Diogenes memilih untuk hidup sederhana untuk menunjukkan konsistensinya dengan apa yang diajarkannya. Untuk itu, ia tinggal di dalam sebuah tong. Selain itu, ia mencari makan dari sisa-sisa makanan yang ia temukan.

Diogenes berkata bahwa segala hal milik orang bijak,…. “Segala sesuatu milik dewa; Dewa adalah sahabat orang bijak; Milik para sahabat dipakai bersama; Karena segala sesuatu milik orang bijak.”

Aku tidak membutuhkan harta materi (atau apa saja),” ia tidak mengatakan, “aku tidak membutuhkannya tetapi aku berhak memilikinya,” atau, ia tidak mengatakan, “aku tidak membutuhkannya namun engkat berhak memilikinya (karena engkau memiliki perspektif berbeda yang sah)” Ia mengatakan, “barang-barang ini buruk dan mencegah pencapaian kebaikan.” —Diogenes

Diogenes dari Sinope pernah dikunjungi oleh Alexander Agung. Ketika Alexander datang mengunjungi Diogenes di Suatu lubang yang digunakan Diogenes untuk tidur, Alexander berdiri di pintu lubang dan menanyakan apakah ada yang dapat dilakukan untuk sang filsuf. Diogenes pun menjawab, “Ya, Tolong menyingkir agar tidak menghalangi cahaya masuk.” Hal itu menunjukkan betapa Diogenes sangat konsisten terhadap pandangan hidupnya tentang kesederhanaan dan penolakan terhadap segala bentuk kuasa dan kesenangan.

Diogenes dari Sinope adalah figur yang paling terkenal dari Aliran Sinisme, melebihi Antithenes yang merupakan pendiri mazhab tersebut. Ia terkenal justru karena perilaku-perilakunya ketimbang pemikiran filsafatnya. Dengan demikian, ia telah mengembangkan suatu cara pendidikan yang baru yang disebut epigram moral (chreia), yakni pengajaran melalui kisah-kisah dengan latar kehidupan nyata.

Daftar Pustaka

K. Bertens. 1990. Sejarah Filsafat Yunani. Yogyakarta: Kanisius.

Simon Petrus L. Tjahjadi. 2004. Petualangan Intelektual. Yogyakarta: Kanisius. Robert

I.G. Kidd. 1972. “Diogenes of Sinope”. In The Encyclopedia of Philosophy Volume One. Paul Edwards, ed. 409. New York: Macmillan Publishing.

 

 

 

 

 

 

About Kanal Baca

x

Check Also

Memperpanjang Umur di Orde Media Sosial

Penghujung tahun 2017 di awal abad 21 ditutup (dan dibuka) dengan angka-angka fantastis dari jagat ...